Nasional

Aksi Tuntut Pemakzulan Jokowi, Mahasiswa Bakar APK di tempat Dekat Istana

Ashevilleglass.com – Mahasiswa dari berbagai kampus yang mengatur aksi menuntut pemakzulan Presiden Joko Widodo, mulai melakukan aksi bakar-bakaran. Mereka membakar alat peraga kampanye (APK) yang tersebut merek lucuti sepanjang jalan Tugu Reformasi Universitas Trisaksti hingga Harmoni.

Pantauan Suara.com, asap hitam hasil pembakaran baliho caleg kemudian bendera partai urusan politik ini membumbung tinggi ke udara.

Polisi cuma sanggup menyaksikan aksi para peserta didik ini tanpa bisa jadi mencegahnya. Massa sendiri baru menyelenggarakan aksi demonstrasi pada sekitaran Istana Negara sejak pukul 17.25 WIB.

Sebelumnya merekan melakukan long march dari Tugu Reformasi ke wilayah Harmoni.

Aksi yang dimaksud sebelumnya dijadwalkan pada poster yang dimaksud tersebar luas di area Instagram akan dimulai pada pukul 10.00 WIB, namun para siswa baru datang ke Tugu Reformasi sekira pukul 15.00 WIB.

4 Tuntutan

Dalam aksinya, para pelajar ini akan menyampaikan 4 tuntutan. Adapun keempat tuntutan yang akan disuarakan diantaranya yakni memakzulkan Presiden Joko Widodo.

Kemudian memboikot partai urusan politik yang digunakan bukan menyokong pemakzulan Jokowi, kemudian mendesak agar para menteri untuk mundur dari kabinet pemerintahan kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Terakhir, menyerukan mengkritik di dalam berbagai seluruh Indonesia sampai Presiden Joko Widodo dimakzulkan.

Kemudian ada 10 isu yang dimaksud akan digaungkan oleh pihak mahasiswa, yakni tentang pilpres curang, korupsi, kolusi serta nepotisme. Kemudian masalah konflik agraria, monopoli sumber daya alam. Kerusakan lingkungan, institusi belajar kemudian kebugaran mahal, juga kebebasan sipil. Keadilan dunia usaha lalu gender, kemudian kekerasan aparat, juga hasil hukum bermasalah, juga menjadi isu yang digunakan akan disuarakan.

Sempat diintimidasi

Sebelumnya, beberapa siswa dari berbagai kampus melakukan diskusi kemudian konsolidasi merespons situasi negara pada waktu ini, Hari Sabtu (3/2/2024) malam.

Iqbal yang mana ketika itu berada di dalam lokasi mengatakan, pada waktu diskusi sedang berlangsung ada sekelompok orang tak dikenal (otk) mencoba merangsek masuk juga membubarkan acara diakusi tersebut.

“Ketika dilarang merek marah serta terjadi cekcok,” ucapnya.

Akibat cekcok tersebut, pribadi pelajar kampus Trilogi menjadi korban usai kepalanya disundul oleh salah individu otk yang digunakan berpostur tegap dengan lapisan kulit gelap tersebut.

“Korban disundul kepalanya, sekelompok orang berbadan besar ini intinya ingin membubarkan diskusi,” jelasnya.

Iqbal menyebut, kelompok ini juga yang dimaksud sempat mengatur aksi dalam depan kantor Komisi untuk Orang Hilang juga Korban Tindak Kekerasan (KontraS), lalu Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Saat itu mereka itu menuding KontraS lalu YLBH menjadi pelopor isu tentang pemakzulan Presiden Jokowi.

“Kelompok-kelompok ini jg yang tersebut kemarin melakukan aksi dalam LBH dan juga kontraS,” ucapnya.

Atas kekerasan peserta didik Trilogi ini, Iqbal mengaku pihaknya telah terjadi menyiapkan langkah hukum. Ia memohonkan agar pihak kepolisian mengusit aktor intelektual dibalik aksi persekusi tersebut.

“Kita minta kapolri untuk segera menyelidiki juga mengungkap aktor intelektual dan juga motif intimidasi juga kekerasan yang dimaksud dijalankan oleh kelompok tersebut,” katanya.

Related Articles

Back to top button