Nasional

Atasan Hubungi Karyawan di tempat Luar Jam Kerja Bisa Kena Denda, Ini adalah Aturannya

Ashevilleglass.com – pemerintahan Australia merencanakan penerapan regulasi baru yang memperbolehkan para karyawan menolak panggilan telepon atau instruksi yang digunakan dianggap dari atasan pada luar jam kerja mereka. Bahkan, atasan yang melanggar aturan yang disebutkan akan dikenai denda.

Menteri Tenaga Kerja Australia, Tony Burke, menyatakan bahwa tujuan dari regulasi ini adalah untuk melindungi hak-hak karyawan, termasuk mengurangi pekerja lembur tanpa mendapatkan bayaran tambahan.

Menurut Burke, langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi hambatan ketidakseimbangan waktu kerja serta menggerakkan keadilan di lingkungan kerja.

“Jika pekerja memutuskan untuk tidak ada menyebabkan ponsel mereka itu atau memutuskan untuk tak memeriksa email kerja mereka, maka bukan ada hukuman yang digunakan bisa saja dikenakan terhadap mereka,” kata Burke dilansir dari ABC, Sabtu.

Selain aspek penolakan panggilan dalam luar jam kerja, rancangan undang-undang ini juga akan mengatur hak-hak tenaga kerja lainnya.

Standar untuk pekerja tetap, pekerja sementara, sopir truk, lalu sektor tenaga kerja lainnya akan dijelaskan dengan lebih besar rinci untuk meningkatkan proteksi hak-hak pekerja.

Meskipun demikian, langkah ini mendapat beberapa tanggapan negatif dari kalangan pengusaha perusahaan juga politisi. Mereka berpendapat bahwa regulasi ini dapat melemah sistem kerja fleksibel.

Rencana regulasi baru pemerintahan Australia terkait karyawan boleh menolak telepon atasan yang dimaksud rupanya juga menarik perhatian publik Indonesia. Sejumlah warganet mencoba membandingkan dengan kondisi pekerja pada Indonesia yang dimaksud bahkan di keadaan cuti pun terkadang masih dihubungi oleh atasan.

“Kalo di dalam konoha cuti aja masiih dicariin,” ujar manusia netizen.

“Andai hanya diindonesia setiap pulang kerja boleh mengundurkan diri dari grup WA,” ungkap netizen lainnya.

“Tel ditolak = teror lewat wa, ancaman, harus terus-menerus terlibat wa pada kondisi apapun,” papar warganet.

Related Articles

Back to top button