Kesehatan

Canggih! Peneliti Sebut Cukai Minuman Manis Kemasan Punya Manfaat Besar: Hemat Dana APBN Rupiah 40,6 Trilyun

Ashevilleglass.com – Peneliti dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) ungkap peluang keuntungan bagi pemerintah dari penerapan cukai minuman berpemanis di kemasan (MBDK). Salah satunya, bisa saja menghemat dana APBN hingga Rupiah 40,6 triliun.

Potensi penerimaan uang negara ini didapatkan dari hasil riset implementasi cukai minuman manis kemasan bermanfaat secara kegiatan ekonomi lalu menghurangi beban tindakan hukum hiperglikemia melitus tipe 2 di dalam Indonesia hingga 2033 mendatang.

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang tersebut ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di tubuh akibat ketahanan insulin atau produksi insulin yang dimaksud tidak ada berfungsi maksimal.

Pengunjung memilih komoditas minuman berpemanis di area salah satu ritel di area Jakarta, Hari Senin (18/12/2023).  [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung memilih komoditas minuman berpemanis pada salah satu ritel di area Jakarta, Mulai Pekan (18/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Berdasarkan pemodelan kegiatan ekonomi yang dimaksud dijalankan CISDI, tanpa cukai, jumlah agregat kematian kumulatif akibat diabete melitus tipe 2 diperkirakan meningkat setiap tahun hingga 1.393.417 pada 2033.

Sebaliknya, dengan penerapan cukai minuman berpemanis, prospek bilangan bulat kematian yang disebutkan dapat ditekan hingga sepertiganya.

Lebih lanjut peneliti CISDI juga menghitung instrumen bernama Disability-Adjusted Life Years atau DALYs untuk mengetahui beban sektor ekonomi akibat kematian juga disabilitas yang berasal dari penyakit penyakit gula melitus tipe 2.

Hasil perhitungan menunjukan Indonesia mampu menghilangkan beban kematian serta disabilitas yang tersebut berdampak pada ekonomi negara, yaitu mampu menghemat biaya dengan segera atau biaya terapi akibat diabetes mellitus melitus tipe 2 sebesar Simbol Rupiah 24,9 triliun lalu biaya bukan secara langsung atau kerugian akibat hilangnya produktivitas perekonomian akibat hiperglikemia sebesar Rupiah 15,7 triliun.

“Indonesia dapat menghemat hingga Simbol Rupiah 40,6 triliun dari penerapan cukai MBDK yang digunakan dapat meningkatkan nilai tukar jual barang MBDK di area lingkungan ekonomi paling tiada sebesar 20 persen,” ujar Chief Policy and Research CISDI, Olivia Herlinda di area DKI Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2024).

Sehingga dampaknya bukanlah hanya sekali menguntungkan sektor kondisi tubuh dengan menghemat uang negara untuk biaya pengobatan, tapi juga mendapat pemasukan secara ekonomi agar produsen lalu publik mau bersama-sama bertanggung jawab tingginya bilangan bulat penyakit gula melitus tipe 2 di dalam Indonesia.

Bahkan sesungguhnya, apabila cukai MBDK diterapkan, dampak positif di dalam sektor kebugaran kemudian ekonomi dapat sangat jauh lebih tinggi luas mengingat studi ini terbatas semata-mata menganalisa beban penyakit diabetes mellitus melitus tipe 2 akibat keterbatasan data.

Sedangkan, banyak penyakit tak menular (PTM) lain yang dapat timbul akibat konsumsi MBDK berlebihan.

Pengunjung memilih barang minuman berpemanis di area salah satu ritel di area Jakarta, Hari Senin (18/12/2023).  [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung memilih produk-produk minuman berpemanis dalam salah satu ritel di area Jakarta, Awal Minggu (18/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Penerapan cukai minuman manis kemasan ini perlu sesegera mungkin saja dilakukan, sebab jikalau dibiarkan total perkara penyakit gula melitus tipe 2 yang dimaksud bukan lain salah satu penyakit kematian tertinggi Indonesia, akan segera mencapai 8,9 jt di area 2023.

“Namun, apabila cukai MBDK diterapkan mulai 2024, tindakan hukum baru diabetes mellitus melitus tipe 2 diproyeksikan menurunkan signifikan menjadi 5.854.125 kasus. Artinya, sebanyak 3.095.643 tindakan hukum baru kumulatif dapat dicegah di satu dekade,” ungkap Olivia.

Berdasarkan riset ini, CISDI juga memberikan rekomendasi pemerintah terkait penerapan cukai minuman manis kemasan, di dalam antaranya sebagai berikut:

  1. Terapkan segera cukai MBDK yang dimaksud dapat meningkatkan tarif jual hasil MBDK di tempat lingkungan ekonomi minimal 20 persen.
  2. Alokasikan hasil pungutan cukai untuk membiayai acara dan juga sarana kemampuan fisik masyarakat.
  3. Terapkan kebijakan yang tersebut membantu terbentuknya gaya hidup juga lingkungan sehat, seperti pelabelan gizi pada bagian depan kemasan serta pelarangan iklan komoditas mengandung garam, gula, lalu lemak tinggi.
  4. Kembangkan edukasi serta iklan kebugaran tentang dampak konsumsi gula berlebihan.

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!