Bisnis

Fin+ MoU dengan Crowd Credit, Pemudah Pekerja Migran Magang ke Negeri Matahari Terbit

Ashevilleglass.com – TOKYO – Terobosan baru dilaksanakan Fin+ dalam dunia keuangan. Perusahaan di dalam bawah naungan PT Rezeki Bersama Teknologi itu melakukan kerja mirip dengan Crowd Credit Incorporation pada bentuk pendanaan awal bagi publik Indonesia yang tersebut ingin magang kerja ke Jepang.

MoU yang digunakan dilaksanakan di area KBRI Tokyo, Jepun ini menyepakati bahwa kedua perusahaan siap memberikan kemudahan bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) yang digunakan ingin mendapatkan kesempatan magang di dalam Jepang. Sejumlah pejabat hadir di acara tersebut. Baca Juga: Ada Prospek buat Indonesia Saat Negeri Matahari Terbit Dilanda Aging Population
Mereka yakni Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Duta Besar untuk Negeri Matahari Terbit Heri Akhmadi, lalu Koordinator Fungsi Sektor Bisnis Republik Indonesia untuk Negeri Matahari Terbit Sunan Jaya Rustam. Kemudian pimpinan Fin+ Andrian Jahjamalik, direktur utama of Crowd Credit Go Iwata, BOD of Crowd Credit Tomohiro Mochizuki, lalu ketua eksekutif of PT Bankers Crowd Credit Takayuki Yagami.

“Izinkan kami mengucapkan berbagai terima kasih terhadap rekan perniagaan kami, Crowd Credit Incorporation yang mana secara setia terus mendampingi kami pada usahanya mewujudkan kemudahan bagi teman-teman Pekerja Migran Indonesia mendapatkan kemudahan akses menghadapi dana talangan agar dapat melakukan magang di dalam Jepang,” kata Chief Strategy and Business Development Fin+ Edwin Therosjadi di sambutannya, Hari Sabtu (16/3/2024).

Saat ini persiapan untuk menjadi kontestan magang dalam Jepun mempunyai tantangan tersendiri bagi PMI. Selain sebab hambatan biaya persiapan yang cukup tinggi, para calon pemagang ini juga harus memiliki semangat juga dedikasi yang dimaksud tinggi untuk mencapai cita-citanya.

“Kemudahaan akses finansial menjadi salah satu kunci demi keberhasilan Komunitas Indonesia di menggapai cita-citanya. Maka hadirnya Crowd Credit tentu akan sangat membantu sekali di pendanaan awal ini,” tegasnya.

Hadirnya inisiatif ini diharapkan mendapat atensi yang dimaksud cukup besar bagi para calon pemagang yang akan berangkat ke Jepang. “Setelah para pemagang ini kembali ke Indonesia, mereka dapat mempunyai ilmu dan juga keterampilan yang mana lebih banyak untuk kemudian dipakai di merancang Indonesia kedepannya,” ujarnya.

Bagimana cara menggunakan prasarana tersebut? Edwin menjelaskan Fin+ akan menyalurkan pendanaan awal melalui media digital yang dimaksud Bernama NUSANTARAKU. Seluruh pemagang dapat mengunduh aplikasi mobile ini apabila merek berminat untuk mengajukan pendanaan awal ini.

“Syarat utama dari penerima dana adalah telah miliki kontrak dari perusahaan Negeri Matahari Terbit yang digunakan nantinya akan menjadi tempat mereka magang. Peluncuran platform digital NUSANTARAKU akan dilaksanakan di area 2024,” paparnya.

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!