Nasional

Gibran Digugat Almas Tsaqibbirru: Diminta Bayar Rp10 Juta, Perkara Apa?

Ashevilleglass.com – Masih ingat dengan mahasiwa Fakultas Hukum bernama Almas Tsaqibbirru? Beberapa waktu lalu, ia melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan batas usia capres-cawapres.

Gugatan dari Almas ini sebagaian dikabulkan MK juga melenggangkan Gibran untuk jadi cawapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Nah, setelahnya lama tak terdengar kabarnya, Almas menghadirkan kabar baru. Ia seperti dilihat dari laman resmi Sistem Data Penelusuran Perkara (SIPP) saat ini menggugat cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.

Baca juga: 

  • Dorothea Eliana Indah Wanita yang digunakan Setia pada Si Gembel Kolektif Absolut Adian Napitupulu
  • Ada Sosok Hal ini Yang Punya Pengaruh Besar, Prabowo-Gibran Semakin Hebat di area Bogor
  • Survei LSI Prabowo-Gibran Tertinggi di tempat Jabar, Anak Jokowi Puji Keras Keras Sosok Ini
  • Ramai Unggahan Portofolio Anies Selama Menjabat Gubernur, Tagar #TakeAniesLookatJakarta Menggema

Dari laman SIPP seperti dilihat Suara.com, Rabu (31/1) gugatan Almas untuk Gibran sebanyak dua kali. Pada gugatan pertama, tertanggal register 22 Januari 2024 tercatat menghadapi nomor perkara, 2/Pdt.G.S/2024.PN Skt.

Diterangkan pada klasifikasi perkara, Almas menggugat Gibran terkait wanprestasi. Untuk gugatan pertama ini, status perkara disebutkan memasuki pemberitahuan putusan dengan lama proses 9 hari.

Gibran Diminta Bayar Rp10 Juta untuk Almas Tsaqibbirru, Mahasiswa yang tersebut Dulu Gugat Syarat Cawapres [Tangkap layar]
Gibran Diminta Bayar Rp10 Juta terhadap Almas Tsaqibbirru, Mahasiswa yang digunakan Dulu Gugat Syarat Cawapres [Tangkap layar]

Sementara untuk gugatan kedua dengan klasifikasi perkara mirip yakni wanprestasi, teregister pada Hari Senin 29 Januari 2024. Nomor perkara tercatat 25/Pdt.G/2024/PN Skt.

Untuk gugatan kedua ini status perkaranya ialah sidang pertama dengan lama proses selama 2 hari.

Di gugatan pertama, Almas merasa dirugikan oleh Gibran sebesar Rp10 juta. Pada gugatan pertama, Almas memohonkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surakarta untuk perintahkan Gibran membayar Rp10 jt dengan denda keterlambatan sebesar Rp1 jt apabila tidak ada dibayarkan sejak 14 hari putusan berkekuatan hukum tetap.

“Menimbang, bahwa wanprestasi yang tersebut dimaksud Penggugat dalam pada gugatannya pasca Hakim pelajari tidaklah ditemukan adanya perjanjian tercatat maupun tak tercatat sifatnya masih persangkaan adanya perjanjian dari pihak Penggugat (bersifat abstrak) sehingga pembuktiannya tidak ada sebagaimana pembuktian yang tersebut dalam syaratkan di gugatan sederhana,” tulis amar putusan itu yang dimaksud dikutipkan dari situs SIPP PN Surakarta.

“Menetapkan, menyatakan gugatan penggugat bukanlah gugatan sederhana. Kedua, memerintahkan panitera untuk mencoret perkara nomor 2/Pdt.G.S/2024/PN Skt di register perkara,”

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button