Nasional

Jelang pemilihan 2024, KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Potensial Konflik Kepentingan: Hulu dari Korupsi!

Ashevilleglass.com – Pelaksanaan pencoblosan pemilihan 2024 tinggal hitungan hari.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan terhadap pelaksana negara untuk mengantisipasi konflik kepentingan.

Baca Juga:

Potret Kehangatan Ahok Rayakan Ulang Tahun Mertua yang tersebut Beda Agama

Ahok Bongkar Dalang Pemenjaraan Dirinya, Benarkah Sosok Ini?

Akhirnya! Terungkap Arah Pendukung Kiky Saputri dalam Pilpres 2024

Sebab, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menyebut, konflik kepentingan yang disebutkan menjadi dengan syarat muasal dari perbuatan korupsi.

“Utamanya di masa-masa ini, berbagai benturan kepentingan pada bentuk penyalahgunaan infrastruktur negara, penyalahgunaan kewenangan sebagai pejabat umum merupakan pelanggaran etika kemudian merupakan hulu dari tindakan pidana korupsi,” kata Ghufron dikutipkan Suara.com, Kamis (8/2/2024).

Kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN), diingatkan KPK untuk menjaga netralitas.

“Dengan menghindari sikap juga perilaku yang digunakan memihak untuk salah satu partisipan pemilu, sebagai bentuk tanggungjawab kemudian pengabdian aparatur negara untuk bangsa lalu negara,” kata Ghufron.

Sementara terhadap masyarakat, diminta Ghufron untuk mengupayakan pelaksanaan pemilihan raya 2024 yang mana jujur dan juga adil.

“KPK meminta publik untuk turut dan juga mengupayakan penyelenggaraan pilpres yang kondusif juga terhindar dari praktik-praktik tindakan pidana korupsi. Keberhasilan pelaksanaan pemilihan menentukan masa depan bangsa Indonesia serta masa depan kita semua,” katanya.

Selain itu, apabila menemukan ada dugaan aksi pidana korupsi selama penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024 diminta untuk melapor ke KPK.

“Dapat menyampaikan laporan pengaduan untuk KPK. Laporan pengaduan yang dimaksud disampaikan harus bersifat objektif berdasarkan data awal yang dimaksud dilaporkan. Bukan menghadapi dasar subjektivitas ataupun kepentingan tertentu lainnya,” ujar Ghufron.

Related Articles

Back to top button