Nasional

MK: Sidang Sengketa pemilihan raya 2024 Akan Dihadiri 15 Saksi lalu 2 Ahli dari Pelapor

Ashevilleglass.com – JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) mengungkapkan saksi kemudian ahli pasukan kuasa hukum yang dibawa pada sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) hanya sekali berjumlah 15 saksi juga dua ahli.

Juru Bicara MK, Fajar Laksono menegaskan hal yang disebutkan sejenis dengan yang digunakan diadakan pada pilpres tahun 2019 silam.

“Kalau dalam 2019, itu 15 saksi, juga dua ahli. 2024 kemungkinan mengambil bagian pola itu nanti kita update lagi perbedaannya. Rujukannya kan ke 2019,” ujar Fajar untuk wartawan di tempat Gedung MK, Jakarta, Kamis (21/3/2024).

Sebelum itu, Mahkamah Konstitusi (MK) melakukan konfirmasi pihaknya siap menerima pelayanan pengajuan sengketa pilpres pasca penetapan hasil yang dimaksud diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (20/3/2024) malam.

Hingga kini, MK baru menerima satu pengajuan sengketa pilpres dari Timnas AMIN di area Gedung MK, DKI Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2024) pagi.

“Yang pileg belum, belum ada mungkin saja lagi pada melengkapi berkasnya. Tapi MK tetap saja standby sesuai dengan kewajibanya. Intinya MK siap melayani partisipan pilpres yang dimaksud akan mengajukan perkara,” tutur Juru Bicara MK, Fajar Laksono ketika ditemui dalam Gedung MK.

Fajar merinci untuk para partisipan pilpres yang dimaksud akan mengajukan sengketa pileg bisa saja dilaksanakan sebelum 3×24 jam. Diketahui, putusan KPU dikeluarkan pada Rabu waktu malam pukul 22.19 WIB, tandanya tenggat waktu pengajuan sengketa akan berakhir di tempat hari Hari Sabtu (23/3/2024) pukul 22.19 WIB.

“Maka pileg itu 3×24 jam. Hitungannya jam. Berarti 22.19 hari Rabu ke Kamis itu 1 kali 24 jam. Kamis ke hari terakhir pekan itu 2 kali 24 jam. hari terakhir pekan ke sabtu jam 22.19 itu batas akhir permohonan,” jelas Fajar.

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!