Bisnis

pemerintahan Setuju Revisi Aturan Baru PLTS Atap, Tak Ada Jual Beli Listrik

Ashevilleglass.com – eksekutif telah dilakukan menyetujui Revisi aturan terkait penyelenggaraan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Aturan yang dimaksud sebelumnya termaktub di Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 26 tahun 2021 mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara, sebenarnya revisi aturan main PLTS Atap ini sebagai bentuk hadirnya pemerintah pada menciptakan keadilan energi untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Revisi aturan terkait dengan pengaplikasian PLTS Atap telah memenuhi dan juga memberikan keadilan energi. Revisi yang dimaksud tak memberatkan beban APBN juga masih memberikan ruang bagi energi terbarukan bagi sebagian masyarakat,” ucapannya yang mana dikutip, Hari Jumat (9/2/2024).

Baca Juga
Ahok Mengaku Dihalangi Kampanye Imbas Surat Pemberhentian Belum Keluar, Arya Sinulingga: Nggak Usah Ribet!

Marwan menjelaskan, revisi beleid itu mampu menjadi jalan sedang untuk meningkatkan pemasangan panel surya mendatang. Dia menuturkan, revisi aturan yang dimaksud akan memuat bukan ada lagi jual-beldalam aturan listrik PLTS Atap itu.

“Jika terdapat kelebihan listrik yang tersebut dihasilkan oleh PLTS atap maka penduduk tidak ada bisa saja jual kelebihan listriknya,” jelas dia.

Sehingga, APBN bukan akan terbebani adanya keharusan membeli listrik yang dibangkitkan dari PLTS Atap. “Jadi, APBN dapat digunakan untuk mensubsidi yang lain. Hal ini penting untuk publik yang masih membutuhkan subsidi. Kan rata-rata yang tersebut memasang PLTS Atap orang mampu,” kata dia.

Adapun untuk warga yang digunakan mampu membangkitkan listrik dari PLTS Atap, paparnya, tetap memperlihatkan sanggup menggunakan listrik yang tersebut dihasilkan PLTS atap sesuai dengan kapasitas yang digunakan dipasang.

Nantinya, regulasi baru yang dimaksud diakomodasi pada Revisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 26 tahun 2021 mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang mana Terhubung ke Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

Marwan mengungkapkan bahwa kapasitas listrik yang dimaksud dihasilkan oleh PLTS atap harus disesuaikan dengan permintaan konsumen.

Baca Juga
Erick Thohir ‘Mati-matian’ Lawan Anies-Cak Imin Soal BUMN Jadi Koperasi, Ada Apa?

“Konsumen sebaiknya memasang PLTS atap sesuai dengan kebutuhannya. Kemudian, akan disesuaikan dengan kuota yang tersebut akan ditetapkan oleh pemerintah,” imbuh dia.

Selain Permen PLTS Atap tersebut, Marwan juga memberi perhatian pada skema power wheeling yang diisukan akan masuk ke di rancangan Undang-undang Energi Baru kemudian Energi Terbarukan (RUU EBET). Menurutnya skema ini juga akan membebani publik lalu pemerintah jikalau diberlakukan.

“Dengan adanya Power Wheeling, otoritas akan sulit menentukan tarif listrik yang dimaksud berkeadilan bagi masyarakat. Selain itu juga tentang keandalan pasokan daya bagi rakyat yang akan segera dipertaruhkan,” pungkas dia.

Related Articles

Back to top button