Nasional

Perayaan Hari Nyepi, Umat Hindu Lumajang Gelar Pawai Ogoh-ogoh

Ashevilleglass.com – Pawai ogoh-ogoh yang digunakan dilakukan umat Hindu di tempat Kecamatan Senduro mendekati Hari Raya Nyepi menggugah pesona budaya Wilayah Lumajang, Jawa Timur.

Mulai dari Pura Mandara Giri Semeru Agung hingga Pasar Senduro dipadati lautan manusia yang berbondong-bondong hadir untuk menyaksikan pawai Ogoh-ogoh pada Hari Minggu malam, sehingga menggugah jiwa spiritual dan juga menciptakan kesan kebersamaan yang digunakan luar biasa.

“Pawai Ogoh-ogoh sebagai salah satu rangkaian ritual ibadah umat Hindu sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi warga,” kata Kepala Dinas Perjalanan Wilayah Lumajang Yuli Harismawati di keterangan tertulis, Awal Minggu (11/3/2024).

Menurut dia, tidak ada hanya sekali sekadar tradisi akibat pawai itu mampu menarik perhatian dari publik berbagai daerah, memperlihatkan betapa pentingnya kegiatan yang disebutkan pada memupuk rasa kebersamaan juga keagungan tradisi lokal.

“Rangkaian Hari Raya Nyepi dengan pawai Ogoh-ogoh. Upacara agama, adat, juga seni budaya yang digunakan lestari menjadi daya tarik wisata oleh sebab itu setiap saat menjadi daya tarik bagi orang untuk datang dan juga melihat,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan keagamaan seperti pawai Ogoh-ogoh tentu dapat menjadi rencana yang dapat diinformasikan sebagai bagian dari paket wisata.

“Ritual keagamaan yang dimaksud kental adat budaya sangat diminati oleh wisatawan regional, nasional, bahkan mancanegara. Mereka ingin merasakan keindahan upacara adat kemudian keagamaan yang tersebut sarat akan nilai budaya,” katanya.

Sementara itu, Penasehat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Daerah Lumajang Edy Sumianto menjelaskan bahwa Ogoh-ogoh tidak semata simbol sifat-sifat negatif yang ada di area di diri manusia, tetapi juga pada alam semesta.

“Pawai Ogoh-ogoh yang mana diakhiri dengan pembakaran patung itu bermakna untuk membersihkan diri dari segala sifat negatif tersebut,” ujarnya.

Ogoh-ogoh yang mana diarak sebelum akhirnya dibakar adalah simbol dari pemusnahan segala sifat negatif yang dimaksud menghambat kehidupan, sehingga harapannya setelahnya dibakar, maka manusia dapat memulai keberadaan baru tanpa terbebani oleh sifat negatif.

“Pawai Ogoh-ogoh menjadi ritual wajib yang dimaksud harus dijalankan sebelum menyambut Hari Raya Nyepi, menegaskan kesucian dan juga kebersihan jiwa sebagai persiapan menghadapi tahun baru Caka,” tuturnya. (Antara)

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!