Bisnis

Profil Ahok yang Resmi Mundur dari Komisaris Utama Pertamina

Ashevilleglass.com – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara resmi mengundurkan diri dari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), hal yang dimaksud dibuktikan dari unggahannya pada akun Instagram pribadinya @basukibtp, Hari Jumat (2/2/2024).

“Unggahan ini merupakan bukti tanda terima Surat Pengunduran Diri saya sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) yang saya serahkan hari ini, 2 Februari 2024,” tulis Ahok.

Alasan Ahok mundur sebab dirinya akan terlibat berkampanye untuk meraih kemenangan pasangan Calon Presiden kemudian Wakil Presiden Nomor Urut 03 Ganjar Pranowo serta Mahfud MD.

“Dengan ini, saya menyatakan membantu dan juga akan mengambil bagian mengkampanyekan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo kemudian Mahfud MD. Hal ini agar tiada ada lagi kebingungan terkait arah urusan politik saya,” katanya,

“Merdeka! Merdeka! Merdeka!” pungkas postingan mantan Gubernur DKI Ibukota tersebut.

Ahok sendiri adalah pribadi entrepreneur lalu politisi yang mana terkenal dengan gaya kepemimpinannya yang tersebut tegas dan juga berani. Lahir pada Belitung Timur pada 29 Juni 1966, Ahok merupakan putra pertama dari pasangan Indra Tjahaja Purnama lalu Buniarti Ningsih.

Ahok menempuh institusi belajar di dalam Universitas Trisakti serta meraih peringkat sarjana Teknik Geologi. Ia kemudian melanjutkan institusi belajar kategori master pada Universitas Prasetiya Mulya dan juga meraih gelar kejuaraan Master of Management.

Sebelum terjun ke dunia politik, Ahok sukses sebagai pelaku bisnis di tempat berbagai bidang, seperti pertambangan, perdagangan, kemudian energi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk dan juga Komisaris Utama PT Pertamina.

Ahok memulai karir politiknya sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P pada tahun 2009. Pada tahun 2012, ia dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo.

Pada tahun 2014, Ahok dilantik sebagai Gubernur DKI Ibukota Indonesia setelahnya Jokowi terpilih sebagai Presiden RI. Di bawah kepemimpinannya, Ibukota Indonesia mengalami berbagai pembaharuan positif, seperti penataan kota, pemberantasan korupsi, lalu peningkatan pelayanan publik.

Pada tahun 2016, Ahok diadukan ke pihak berwajib berhadapan dengan tuduhan penistaan agama. Hal ini terkait dengan pernyataannya yang digunakan dianggap menyinggung surat Al-Maidah ayat 51.

Ahok kemudian diputus bersalah dan juga dihukum 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Ibukota Utara. Hukuman ini menuai kontroversi lalu memicu berbagai aksi demonstrasi.

Ahok menikah dengan Veronica Tan pada tahun 1997 kemudian dikaruniai tiga orang anak. Namun, pernikahan merek kandas pada tahun 2018.

Pada tahun 2019, Ahok menikah dengan Puput Nastiti Devi, ajudan pribadinya pada waktu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button