Lifestyle

Teuku Ryan Tak Beri Nafkah Batin Untuk Ria Ricis Selama 18 Bulan, Auto Jatuh Talak?

Ashevilleglass.com – Kisruh rumah tangga antara Ria Ricis dengan Teuku Ryan perlahan terungkap. Meski faktor Ria Ricis menggungat cerai belum dijelaskan, namun diduga ada kesulitan pada antara pasangan yang baru menikah pada Oktober 2021 lalu itu.

Kakak ipar Ria Ricis, Ori Vitrio Abdullah alias Rio tampak membagikan sebabnya. Dalam pernyataan, Rio mengungkapkan kalau kesalahan Ryan cukup fatal. Yakni, pria dengan syarat Aceh itu diduga tidaklah menyentuh Ria Ricis pasca melahirkan. Hal ini sendiri juga sempat disinggung oleh Ria Ricis di area media sosial beberapa waktu lalu.

“Memang telah fatal sih kesalahannya. Oki juga ya gimana ya emang udah fatal sih. Kan udah padat di area sosmednya dia, dari lahiran sampai sekarang nggak disentuh ya gimana kalau nikah? Kan Ricis sudah ada kasih kode itu,” ucap suami Oki Setiana Dewi yang dimaksud di acara Folbec ANTV, Kamis (1/2/2024).

Ria Ricis menyinggung tentang sang suami yang digunakan banyak pulang malam. (TikTok)
Ria Ricis menyinggung tentang sang suami yang mana rutin pulang malam. (TikTok)

Tudingan itu lantas dengan segera dibantah oleh Ryan. Dia mengajukan permohonan suami Oki Setiana Dewi itu seharusnya tak menebarkan fitnah, mengingat Rio dikenal sebagai sosok yang dimaksud paham agama.

“Dari lahiran tak disentuh? Jangan memfitnah baiknya. Allah Maha Tahu, mas Rio juga paham agama. Mohon support sekadar yang digunakan baik,” kata Teuku Ryan menggunakan akun TikToknya dilansir dari unggahan Instagram @lambe__danu, Hari Jumat (2/2/2024).

Tak belaka itu, Ryan juga terheran-heran dengan sikap Rio yang mana berani memfitnahnya padahal paham ilmu agama.

Hukum Islam Tentang Nafkah Batin

Hubungan fisik suami lalu istri termasuk pada nafkah batin. Terkait dengan persoalan nafkah, wajib bagi suami memberikan nafkah materi kemudian non materi atau nafkah batin.

Dikutip dari NU Online, apabila suami ternyata tak bisa jadi memenuhi kewajiban pemberian nafkah kemudian selama istrinya rela juga lapang dada untuk saling berbagi, maka ikatan pernikahan masih bisa saja dipertahankan.

Komentar Teuku Ryan tentang isu rumah tangganya dengan Ria Ricis. (Instagram/ lambe_danu)
Komentar Teuku Ryan tentang isu rumah tangganya dengan Ria Ricis. (Instagram/ lambe_danu)

Hal itu tercermin pada Alquran surat al-Talaq ayat 7 sebagai berikut;

Artinya: “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang tersebut disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang tersebut diberikan Allah kepadanya. Allah tiada memikulkan beban untuk seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan”.

Sebaliknya, ketika istri merasa tidaklah bisa saja bersabar akan hal tersebut. Ia boleh menuntut hak untuk suaminya. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Syafi’i di kitab al-Umm, juz VII, hal. 121:

Ketentuan pada melawan berlaku untuk nafkah secara umum. Baik itu nafkah lahir maupun nafkah batin.

Hanya semata para ulama berbeda pendapat mengenai durasi diperbolehkan suami tidak ada memberikan nafkah bayin untuk istri. Imam Ibnu Hazm berpendapat bahwa seseorang suami wajib memberikan nafkah batin untuk istrinya sekurang-kurangnya satu kali satu bulan.

Imam Ibnu Hazm berpendapat demikian dikarenakan memahami bahwa siklus haidl perempuan terjadi setiap bulan serta perintah untuk menggauli istri pada ayat pada melawan dipahami oleh Ibnu Hazm sebagai perintah yang dimaksud menunjukkan kewajiban.

Lain halnya dengan ulama lain yang tersebut bukan menganggap perintah di tempat menghadapi sebagai sebuah kewajiban. Sebagaimana Imam Syafi’I yang dimaksud lebih tinggi memilih berpendapat bahwa batas waktunya maksimal 4 bulan. Pendapat yang dimaksud dibuat berdasarkan ketetapan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khattab.

Pada masa itu, sejumlah lelaki yang mana pergi berperang meninggalkan istri mereka. Banyak sekali istri yang digunakan merasa sedih akan hal ini. Sesudah berdiskusi dengan Hafsoh, Umar kemudian memutuskan bahwa prajurit yang mana telah bertugas selama 4 bulan di tempat medan pertempuran harus pulang untuk memberikan nafkah untuk istrinya, atau menceraikannya.

Kesimpulannya, jikalau mengamati pada pendapat ulama, maka batas maksimal suami bukan memberikan nafkah batin ialah 1 bulan apabila mengacu pada pendapat Imam Ibnu Hazm, dan juga 4 bulan jikalau mengacu pada kebijakan yang dibuat oleh Amirul Mukminin Umar bin Khatab sebagaimana diambil oleh Imam Syafi’I pada atas.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button